Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2011

Sex Pra-Nikah


Sex pra nikah ??
Kebanyakan orang itu mungkin memnyepelekan, ada jua yang menganggap sex pra-nikah itu tidak baik karena itu sangat mempengaruhi kelanjutan seseorang tersebut nantinya.
Tapi apa bener ??
Di zaman sekarang ini sebagian besar dari remaja-remaja ke-virginan mungkin bukan prioritas utama, apalgi kalo yang hidupnya itu di daerah-daerah yang emang kebanyakan warganya seperti itu. Tapi ada aja yang masih kekeh ngejaga keperawanannya. Tapiiiiiiiiiiiiiiiii, kalo menurut saya itu sangat penting banget buat dijaga karena memiliki aturan dan  juga etikanya.
Kenapa bisa  kaya gitu ?
Factor lingkungan. Iyak, itu sangat mempengaruhi seperti yang udah saya bilang tadi kalo lingkungannya itu gak bener pasti kemungkinan untuk terbawa seperti itu sangat besar. Bisa juga karena kematangan seksualnya yang sudah tumbuh sebelum cukup umur. Factor ekonomi juga bisa menyebabkan sex pra-nikah yang memaksa seseorang tersebut demi kelangsungan hidup mereka. Broken home ?? itu juga sangat empengaruhi kerena dengan kurangnya perhatian dari orang tua si anak bisa melakukan apa saja yang dia inginkan dan itu diluar batas yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak.
Dampaknya ??
Bisa terkena penyakit kelamin seperti aids yang bisa membuat seseorang tersebut tersika selama hidupnya. Dan yang masih belum cukup umr yang mengalami kegagalan masa depannya akan suram.
Selain itu pasanagan yang melakuakan sex pra-nikah pasti kelanjutan hubungannya akan bakal nggak bener. Salah satu dari pasangan bakal nerasain cemburu yang berlebih dan kemungkinan berpisah itu ada.
Cara Mengatasinya ?
Cara mengatasi sex pra nikah agar tidak terjadi pada usia dini yaitu para orang tua disarankan untuk lebih memperhatikan anak-anaknya. si anak pun harus mempelajari ilmu agama agar tau batas aturan. serta pendidikan sex juga harus diberikan kepada mereka dengan lebih jelas agar mereka mengerti. terimakasiiiih :)

Kamis, 17 Maret 2011

Masalah, Penyebab dan Solusi Budaya Dasar


ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan yang dapat menjadikan manusia lebih bijaksana , manusiawi dan dewasa dalam menyikapisutu masalah.

masalah-masalah yang sering terjadi pada kebudayaan :
1.     Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan
2.     Proses pembangunan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat dari jauh dari pemrbenturan nilai budaya
3.     Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulakan perubahan kondisi kehidupan manusia yang membingungkanterhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi yang disamping memiliki segi-segi positif akibat dampak negative dari teknologi.
4.     adanya kontak dengan negara lain, jika terjadi masalah akan menimbulakan kekacauan yang rumit dan membatalkan kerja sama antar negara
5.     faktor dari dalam masyarakat dengan terjadinya permasalah atau pemberontakan antar warga, perambahan dan pengurangan penduduk
Penyebab dari masalah kebudayaan :
  • Factor kemiskinan
  • Perbedaan suku , ras , agama dan adat istiadat
  • Teknologi yang semakin canggih
  • Masuknya budaya asing yang dapat mempengaruhi budaya dalam negeri

solusi dari masalah tersebut :
-         1. Dengan kemajuan teknologi seharusnya ada batasan-batasan agar tidak terjadi penyelewengan  hal-hal yang tidak di inginkan dan dapat merusak kebudayaan yang ada
-         2. masyarakat harus lebih bijaksana dalam menghadapi masalah
-         3. Dengan adanya perbedaan kebudayaan kita itu seharusnya saling menghormati dan menghargai perbedaan tersebut.
-         4. Bertingkahlaku yang baik antar manusia itu yang dapat menjadikan lingkungan lebih nyaman dan tentram.











Kamis, 18 November 2010

Berkawan dengna Anak Jalanan


Melihat, mendengar dan membaca dari pemberitaan media bahwa masalah yang dihadapi anak jalanan sangat kompleks dan rumit. Dari latar belakang mereka ke jalan, situasi yang penuh ancaman kehidupan jalanan, serta berbagai bentuk depresi sosial ekonomi, kultural dan psikologis. Semua itu saling terkait membangun pola perilaku dan kematangan emosi bagi anak- anak. Masyarakat umumnya melihat anak jalanan adalah stigma sosial yang sudah menempatkan mereka pada posisi yang tersudut. Bagi anak jalanan disamping ia menerima sederet karakter yang diberikan masyarakat juga tidak bisa melepaskan diri dari statusnya sebagai anak jalanan.
Abstraksi ini tidak akan mengupas secara teoritis keberadaan anak jalanan, berawal dari cerita tentang pergaulan dengan anak-anak jalanan, terlalu jauh kalau diberi label penanganan terhadap anak jalanan jadi dinamakan berkawan dengan anak jalanan.
Sebagai langkah permulaan untuk berkawan lebih dekat dengan mereka adalah menjalin persahabatan dan pertemanan sebagaimana umumnya terjadi. Hal yang wajar bila kemudian dalam perkawanan, masing- masing terlibat dalam perbincangan diseputar kehidupan mereka, latar belakang mereka, dan perisiwa-peristiwa yang mereka alami. Pada umumnya mereka berangkat dari ketidak harmonisan dalam keluarga, percekcokan orangtua, salah satu dari orangtua meninggal sehingga harus menikah lagi, perceraian, situasi kemiskinan, anak kesulitan menyesuaikan diri. Juga karena pergaulan dengan anak jalanan yang akhirnya membawa mereka ke kehidupan jalanan.
Kisah ini merupakan realita yang sering kita liat sendiri di berbagai jalanan di kota-kota besar di Indonesia. Yang seharusnya anak-anak itu belajar dan bermain, mereka malah turun kejalan untuk mencari makan. Fenomena anak jalanan di Indonesia ini memang sangat sulit , hidup untuk menjadi anak jalanan itu memeng bukan pilihan yang menyenangkan. Mereka seperti itu karena masa depan yang tidak jelas, dan keberadaan mereka itu menjadi masalah untuk beberapa pihak seperti keluarga, masyarakat bahkan Negara. Merespon permasalahan tersebut diatas, bukanlah kerja mudah yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Karena bukan saja melibatkan anak jalanan sendiri tetapi melibatkan keterbukaan masyarakat pada umumnya. Biasanya ketika mendengar kata "anak jalanan" masyarakat pada umumnya sudah membawa seperangkat asumsi yang negatif dengan mereka. Sehingga untuk membuka rumah terbuka sebagai tempat singgah bagi anak jalanan harus berhadapan dengan sejumlah alasan untuk menolak kehadiran mereka di tengah-tengah komunitas.
Jalanan juga sarat dengan segudang kekerasan. garukan dari pihak keamanan dengan alasan stabilitas ataupun kebersihan kota ternyata tidak menyelesaikan. Tipuan-tipuan yang mengatas namakan pihak keamanan memaksa mereka menerima pukulan-pukulan atau penganiayaan. Dan mencoba membangun, memberi makna perkawanan, persahabatan dengan anak jalanan dalam rangka membuka katub-katub yang selama ini tersumbat.
Kekerasan lainnya adalah kekerasan dan eksploitasi seksual. Hampir seluruh anak jalanan perempuan pernah mengalami pelecehan seksual terlebih bagi anak yang tinggal di jalanan. Kasus-kasus kekerasan yang dialami oleh anak jalanan hingga terungkap ke publik diyakini hanyalah sebagian kecil saja dari kasus-kasus kekerasan yang sering terjadi di dalam kehidupan anak-anak jalanan. Oleh karena itu, tidaklah terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa anak jalanan senantiasa berada dalam situasi yang mengancam perkembangan fisik, mental dan sosial bahkan nyawa mereka.
Menghapus stigmatisasi di atas menjadi sangat penting. Patut disadari bahwa anak-anak jalanan adalah korban baik sebagai korban di dalam keluarga, komunitas jalanan, dan korban pembangunan.
pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar, termasuk anak jalanan. Hak-hak asasi anak terlantar dan anak jalanan, pada hakekatnya sama dengan hak-hak asasi manusia pada umumnya, Mereka perlu mendapatkan hak-haknya secara normal kesehatan dasar dan kesejahteraan budaya pendidikan, rekreasi dan perlindungan khusus.
Semua itu samgat memperihatinkan kita semua, karena idealnya dari masalah anak jalanan, atau setidak-tidaknya jumlah anak jalanan tergolong rendah. Selama ini, penanganan anak jalanan melalui panti-panti asuhan dan rumah singgah dinilai tidak efektif. Hal ini antara lain terlihat dari “pola asuh” yang cenderung konsumtif, tidak produktif karena yang ditangani adalah anak-anak, sementara keluarga mereka tidak diberdaya.
Semoga masalah ini dapat cepat diselsaikan. Dan anak-anak jalanan dapat kembali kedalam keadaan yang baik seperti semula.
Terimakasih .